Senin, 03 Maret 2014
Kamis, 27 Februari 2014
Analisis Lingkungan Pemasaran
Ringkasan
perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa dalam Pendidikan pada pertemuan keeempat dengan
tema "ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARAN" di ruang DS 307 oleh Pak Amril
hari Selasa, 25 Februari 2014.
Lingkungan
pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri atas pelaku dan dorongan
yang berasal dari luar pemasaran yang mempengaruhi manajemen pemasaran untuk
mengembangkan dan mengelola transaksi agar sukses dengan menargetkan
kepentingan pelanggan. Lingkungan pemasaran terdiri atas 2 lingkungan, yakni
lingkungan mikro dan makro.
- Microenvironment (Lingkungan Mikro) : pelaku yang dekat dengan perusahaan, seperti ada kegiatan transaksi yang terjadi melibatkan komunikasi antar produsen dan konsumen secara aktif (pembeli bertanya lalu membeli) maupun pasif atau tidak melakukan transaksi (pembeli hanya bertanya, tidak membeli). Lingkungan mikro terdiri atas: perusahaan itu sendiri, supplier (pemasok), perusahaan saluran pemasaran, pelanggan pasar, pesaing, dan masyarakat.
- Macroenvironment (Lingkungan Makro) : kekuatan sosial yang besar yang dapat mempengaruhi lingkungan mikro perusahaan. Contoh: keadaan demografi, kondisi alam, teknologi, ekonomi, alam, budaya, dan politik.
Pekerjaan manajemen pemasaran membangun
hubungan dengan customer dengan menciptakan nilai dan kepuasan
bagi customer. Kesuksesan mereka bergantung pada faktor
lingkungan mikro juga, dengan kata lain marketing manager tidak
bisa mencapai dengan sendiri.
Di dalam perusahaan atau organisasi, harus
terdapat:
a. Top management (pimpinan teratas)
b. Finance (keuangan)
c. Riset and Development (riset dan pengembangan atau uji
coba)
d. Purchasing (pertimbangan dalam membeli bahan-bahana)
e. Manufacturing (proses pembuatan)
f. Accounting (pencatatan)
LINGKUNGAN MIKRO, TERDIRI ATAS:
1.
Suppliers (Pemasok), ialah penyedia sumber daya yang dibutuhkan perusahaan untuk
memproduksi barang dan jasa yang bertugas:
a.
Mengawasi ketersediaan barang (supply).
b.
Mengawasi trend harga
(apakah sedang naik atau turun) dari keluaran produk.
2. Marketing Intermediances (Perantara Pemasaran), ialah perusahaan yang membantu untuk promosi, menjual, dan mendistribusikan
dengan baik kepada konsumen akhir. Perantara pemasaran meliputi penjual perantara (reseller), perusahaan distribusi fisik, agen pelayanan pemasaran, dan jasa pemasaran.
- Penjual perantara adalah perusahaan saluran distribusi yang membantu perusahaan menemukan pelanggan atau melakukan penjualan untuk perusahaan. Penjual perantara diliputi pedagang grosir dan pengecer.
- Perusahaan distribusi fisik membantu perusahaan menyimpan dan memindahkan barang-barang perusahaan dari titik asalnya ke tempat tujuan.
- Agen pelayanan pemasaran (bagian promosi) adalah agen periklanan, perusahaan media, dan firma konsultan pemasaran yang membantu perusahaan menetapkan target dan mempromosikan produk perusahaan pada pasar secara tepat.
- Agen jasa pemasaran adalah firma riset pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan firma konsultan pemasaran yang membantu perusahaan menetapkan target dan mempromosikan produk perusahaan pada pasar secara tepat.
3. Customer (Pelanggan) :
- Customer Markets (Pasar Konsumen) terdiri dari perorangan dan keluarga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.
- Business Markets (Pasar Bisnis) membeli barang dan jasa untuk pemrosesan lebih lanjut atau untuk digunakan dalam proses produksi perusahaan.
- Reseller Markets (Pasar Penjual Perantara) membeli barang dan jasa untuk dijual kembali demi mendapatkan laba.
- Government Markets (Pasar Pemerintah) terdiri dari badan-badan pemerintah yang membeli barang dan jasa untuk menghasilkan pelayanan umum.
- International Market (Pasar Internasional) terdiri dari para pembeli di negara lain, termasuk konsumen, produsen, penjual perantara, dan pemerintah.
a. Financial
Publics (Masyarakat
Keuangan)
b. Media
Publics (Masyarakat
Media)
c. Government
Publics (Kebijakan
Pemerintah)
d. Citizen-action
Publics (Lembaga
Konsumen atau masyarakat LSM)
e. Local
Publics (Masyarakat
Lokal)
f. General
Publics (Masyarakat
Umum)
g. Internal
Publics (Kelompok dalam
yang bisa mempengaruhi)
LINGKUNGAN
MAKRO PERUSAHAAN, TERDIRI ATAS:
1. Demographic
Environment (Lingkungan
Demografis), ialah studi kependudukan. Terdiri atas:
a. Size
(jumlah penduduk)
b. Density
(kepadatan
penduduk)
c. Location
(tempat)
d. Age
(usia)
e. Gender
(jenis kelamin)
f. Race
(ras/suku)
g. Occupation
(pekerjaan)
h. Other
Statistic (data-data
statistik lain à ukuran pesanan)
2. Economy
Environment (Lingkungan
Ekonomi)
a. Daya beli, seperti adanya diskon.
b. Pola pengeluaran, seperti berapa besar pengeluaran
satu keluarga)
3. Natural
Environment (Lingkungan
Alam)
a. Daya tahan bahan baku
b. Kenaikan biaya dan sumber daya seperti listrik, gas,
dll
c. Kenaikan polusi
d. Intervensi pemerintah mempengaruhi sumber bahan
4. Technological
Environment (Lingkungan
Teknologi)
a. Teknologi baru
b. Menciptakan produk
c. Peluang pasar
d. Perubahan kecepatan teknologi
e. Uji coba (berapa besar budgetnya)
f. Berawal dari perubahan yang kecil
g. Perubahan berdasarkan aturan
5. Political
Environment (Lingkungan
Politik)
a. Hukum
b. Agen pemerintahan
c. Golongan yang berpengaruh
d. Perubahan kebijakan mengenai bisnis
e. Perubahan Pemerintahan
6. Cultural
Environment (Lingkungan
Budaya)
a. Ketekunan Nilai Budaya
b. Kesiapan orang-orang untuk menerima budaya baru
·
Orang-orang
memandang dirinya
·
Orang-orang
memandang orang lain
·
Orang-orang
memandang organisasi
·
Orang-orang
memandang masyarakat
·
Orang-orang
memandang alam
·
Orang-orang
memandang keseluruhan
Sabtu, 22 Februari 2014
Konsep Dasar Jasa
Berikut ringkasan perkuliahahn Manajemen Pemasaran Jasa dalam Pendidikan pada pertemuan ketiga dengan tema "KONSEP DASAR JASA" di ruang DS 307 oleh Pak Amril hari Selasa, 18 Februari 2014.
Disebutkan bahwa fokus mata kulian ini adalah bisnis jasa.
Jasa menurut
Zenthaml and Bitner (1996) adalah semua pelayanan aktivitas ekonomi yang semua
keluarannya bukan berbentuk produk atau yang terlihat secara fisik yang secara
umum jasa dikonsumsi bersamaan dengan produksi dimana ada interaksi antara
konsumen dengan produsen (yang mana produsen harus lebih aktif) dan menyediakan
beberapa nilai-nilai (kenyamanan, hiburan, merasa sehat).
Sedangkan menurut Kottler, jasa adalah aktivitas
bersifat tidak nyata dan hasilnya tidak bisa dimiliki, jasa ini bisa jadi
berhubungan atau tidak berhubungan dengan produk fisik.
Karakteristik Jasa :
1.
Intangibility
a. Tidak
dapat dirasa, diraba, dicium, didengar sebelum jasa itu dibeli, bisa jadi
menggambarkan kinerja. Contoh: tidak bisa merasakan duduk di bangku perkuliahan
sebelum membayar UKT, atau tidak bisa menonton di bioskop sebelum memesan
tiket.
b.
Bisa
dibeli, bisa dikonsumsi tetapi tidak bisa memiliki. Contoh: perkuliahan.
c.
Kualitas
jasa tampak pada tempat (restaurant berada dalam tempat strategis), orang
(seperti pembicara, penyanyi), bahan-bahan (peralatan seperti tempat duduk
dalam restaurant), harga, dan simbol atau merk.
d. Tugas
penyedia jasa adalah bagaimana bisa menunjukkan bukti (kualitas terhadap
sesuatu) yang sifatnya abstrak (bisa jadi dari mulut ke mulut).
2.
Inseparability
a.
Jasa
dijual dahulu, kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan.
b.
Interaksi
pelanggan dan penyedia mempengaruhi hasil jasa.
c.
Kunci
sukses ada pada kualitas penyedia dan keterlibatan pelanggan.
d.
Fasilitas
pendukung dan pemilihan lokasi menjadi pertimbangan utama pelanggan.
3.
Variability
a. Memiliki
variasi bentuk, kualitas, jenis.
b. Penyebabnya:
kerjasama pelanggan, motivasi penyedia layanan, beban kerja perusahaan (Boove,
Houston, dan Till, 1995).
c. Upaya
untuk menjaga kualitas jasa ialah dengan investasi personil, standardisasi
proses, memantau kepuasan pelanggan.
d. Costumization
atau desain kebutuhan pelanggan.
4.
Perishability
a.
Komoditas
jasa tidak tahan lama, tidak dapat disimpan.
b.
Bisa
disimpan dalam bentuk reservasi. Contoh: pemesanan tiket.
c.
Permintaan
pelanggan bervariasi dipengaruhi oleh musim.
Kunci sukses jasa :
- Renewing the service offering (memperbaharui penawaran jasa).
- Localizing the point of service system (menentukan lokasi di tempat lain).
- Leveraging the service contract (pemanfaatan atas kesepakatan produsen dengan konsumen).
- Using information power strategically (memanfaatkan kekuatan informasi yang strategis).
- Determining the strategic value of a service business (menentukan nilai strategis yang bisa mempengaruhi apa yang bisa ditampilkan).
Jumat, 14 Februari 2014
Konsep Dasar Manajemen Pemasaran Jasa Dalam Pendidikan
Berikut ringkasan perkuliahan Manajemen Pemasaran dalam Pendidikan pada pertemuan kedua di ruang DS
307 oleh Pak Amril hari Selasa, 11 Februari 2014.
Alasan pentingnya mempelajari manajemen pemasaran dalam pendidikan
ialah sebagai ilmu yang dapat membuat kita paham akan kualitas atau keunggulan
dari sekolah, sehingga kita memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memasarkan
sekolah agar mampu menarik calon peserta didik. Jika kita sering melihat ada
beberapa sekolah yang terkenal atau sekolah favorit di suatu daerah tertentu,
itu bisa jadi karena manajemen pemasaran yang diterapkan di sekolah tersebut
sukses dalam memasarkan sekolahnya.
Dalam
mata kuliah manajemen pemasaran dalam pendidikan pada pertemuan kedua ini,
dijelaskan oleh Pak Amril bahwa usaha
yang sukses ialah usaha yang memiliki pelanggan atau konsumen yang jelas,
serta memiliki komitmen dalam usaha. Usaha ini bisa sukses karena mengutamakan
kepuasan dari pelanggan (fokus pada pelanggan). Karena pada dasarnya, setelah
pelanggan merasa puas maka mereka akan cenderung kembali lagi. Hal ini
merupakan sikap natural dari manusia. Misalnya, sebuah restoran dengan tempat
yang bersih dan pelayanan yang memuaskan akan membuat pelanggan nyaman dan
cenderung kembali lagi karena pelanggan telah merasa puas.
Pemasaran (marketing) adalah proses sosial dan manajerial baik sendiri
maupun kelompok untuk memperoleh apa yang dibutuhkan (need) dan diinginkan (want)
dengan menciptakan atau dengan menukar produk yang memiliki nilai dengan orang
lain.
- Need, berupa kebutuhan yang harus dipenuhi dan bersifat terbatas.
- Want, berupa keinginan dan sifatnya tidak terbatas.
Need
atau want itulah yang menyebabkan
orang-orang membeli atau menjadi pengguna atas produk-produk yang dipasarkan.
Produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan di pasaran yang
diperhatikan, yang bisa diperoleh, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan, termasuk objek fisik, pelayanan, orang,
tempat, organisasi (lembaga yang mengelolanya), dan ide.
Produk
dibagi menjadi 2, yaitu:
- . Tangibles, berupa goods atau benda yang sifatnya berwujud.
- . Intangibles, berupa service atau pelayanan/jasa yang sifatnya tidak berwujud.
Konsep pemasaran, konsep pemasaran ini bisa memotivasi kita bahwa hari
ini harus lebih baik dari sebelumnya.
- Value/nilai, yaitu kemampuan yang kita punya.
- Satisfaction/kepuasaan, baik yang dirasakan oleh orang lain atau diri sendiri.
- Quality/kualitas, produk yang dipasarkan tentunya harus memiliki kualitas yang dapat membuat usaha tetap berjalan dan bertahan.
- Exchange/pertukaran, ialah apa yang didapat dan apa yang akan diberi.
- Transaction/transaksi, berupa kesepakatan.
- Relationship/hubungan, dimana relasi akan muncul bila 5 konsep di atas terpenuhi.
Filosofi manajemen pemasaran:
- Production Concept, ialah dengan memproduksi barang sebanyak-banyaknya. Contohnya helm.
- Product Concept, ialah dengan mengutamakan kualitas dari produk, biasanya barang handmade dan bersifat eksklusif.
- Selling Concept, ialah dengan mengusahakan agar pelanggan mau membeli, biasanya dengan menerapkan personal selling. Contohnya oriflamme.
- Marketing Concept, ialah mempertimbangkan agar pelanggan tidak kemana-mana dengan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan pasar yang didasarkan pada beberapa pertimbangan.
- Societal Marketing Concept, ialah dengan menerapkan konsep pemasaran sosial. Contohnya perusahaan Lifebuoy membuat acara cuci tangan bersama.
Istiasmidiati Wardiningrum - 1445121168
Manajemen Pendidikan 2012 B
Langganan:
Postingan (Atom)